Total Visitors

My Status

Follower

Trip to Kawah Putih, Ciwideuy Bandung

Bingung, karena mau berwisata kemana ketika long weekend Sabtu, Minggu, Senin. Takut macet, nanti yang ada malah gk menikmati. Setelah dipikir-pikir, muncul lah ide untuk piknik ke Kawah Putih, Ciwideuy Bandung. Karena hari minggu kuliah, baru di hari Senin capcus. Gue pilih melakukan perjalanan pagi hari, jam 5 pagi meskipun ngaret jam setengah 6 demi menghindari macet. Trip dari Cibubur-Ciwideuy menggunakan mobil adalah opsi terbaik. Masuk Tol Cibubur, kemudian ambil Tol JORR, terus sambung ke Arah Jakarta-Cikampek, dan Ambil Ke Arah Cipularang dan Keluar di Pintu tol Kopo. Setelah itu ambil ke arah ciwideuy. Dengan waktu tempuh 3,5 jam (tanpa macet) membuat perjalanan menyenangkan. Jam 9 Kami udah sampai di sana.

Ketika sampai di pintu masuk, kita dapat memilih untuk parkir di area bawah, atau parkir di dekat area Kawah Putih tersebut. Namun, untuk membawa kendaraan ke dekat area kawah memakan biaya Rp.150.000, lumayan besar. Saran saya agar lebih baik parkir di area bawah, dan merasakan odong-odong. Karena naik odong-odong akan berbeda nuansanya dengan naik mobil pribadi.

Berikut Foto-foto yang bisa saya share
Foto Tiket Masuk 1 Mobil dan 4 Orang





Parkir di Bawah

Foto naik Odong-odong 


Foto di area Kawah







Di area kawah putih nya dianjurkan hanya 15 menit, karena di sana udaranya mengandung belerang yang menyengat. Jadi mungkin Anda di sana hanya berwisata sebentar.

Jam 11 saya akhirnya pun pulang dari sana, dan lalu lintas menuju Ciwideuy macet parah, dan membawa efek kemacetan di ke dua arah, hasil yang "memuaskan" adalah kembali ke Jakarta dengan durasi  6 Jam perjalanan.

Tips yang saya anjurkan :
Memilih berangkat lebih pagi, sekitar jam 5 dari Jakarta.
Membawa obat-obatan (untuk yang mabuk perjalanan) karena jalannya lumayan terjal.
Membawa makanan ringan.
Membawa kendaraan yang fit.

Its Wonderful Life Theme Song PT. Summarecon Agung, Tbk

Bagi yang pernah ke Mall Summarecon, seperti Summarecon Mal Serpong, Mal Kelapa Gading, dan Summarecon Mal Bekasi mungkin pernah mendengar lagu yang liriknya sebagai berikut :


I look out and I see
It's all around me
Love is in the air
It's everywhere I look
Can you see it?
I hope you can feel it
'Cause here is where you find love

I look up to the sky
Clouds floating by
Cool wind on my face
This is the place for me
Can you see it?
I hope you can feel it
'Cause here is where you find love

It's a wonderful life
So beautiful
It's a wonderful world
So beautiful
And the smile that lights up your face like the sun
Tells me that you've found it too

And now that you are here
Standing beside me
You feel all that I feel
You know this love is real
Now you see it
I know you can feel it
'Cause here is where we found love

It's a wonderful life
So beautiful
It's a wonderful world
So beautiful
And the smile that lights up your face like the sun
Tells me that you've found it too

Yes, it's true. You've found love, too...!


Lyrics written by Andrew H. Dougharty

Submitted by:
Andry Chang
Blog Jockey (BJ Vadis)


Vadis Productions - Release Your Imagination!


Buat yang ingin download lagunya berikut linknya  https://www.mediafire.com/?riwz6eot210fno8

Tugas Matakuliah Akuntansi Perpajakan

Buat temen-temen yang ingin berlatih tentang perpajakan, mungkin soal ini dapat digunakan. Soal ini diberikan untuk latihan kami dari Bpk. Dr. Wilson.

PT X mengimpor barang mewah senilai $50,000. Biaya asuransi $1,000, biaya angkut $5,000 dan bea masuk 50%. Barang bersangkutan dikenakan PPnBM 100%. Nilai tukar menurut Bank Indonesia 11,000 dan menurut Kemenkeu 11,500. Hitung berapa PPN


PT. X   perusahaan elektronik membagikan salah satu produknya, berupa televisi kepada karyawannya pada saat ulang tahun ke 25 sebanyak 50 unit. Harga jual televisi tersebut adalah 5.600.000. Yang sudah di mark up 40% dari biaya produksi. Untuk menutup biaya overhead dan laba. Hitung PPN yang harus dibayar.


Sebuah perusahaan produsen komputer menghibahkan 30 unit komputer hasil produksinya kepada panti asuhan A. Harga jual komputer adalah 4 juta per unit yang merupakan gabungan dari harga pokok produksi dan 25 % untuk mengcover overhead dan laba. Hitung PPN nya. 


Jawabannya menyusul yaa...bagi yang ingin menjawab silahkan....

E-Commerce

E-Commerce  = Perdagangan Elektronik

Bukan seperti di Glodok, hehe.. begitulah lelucon yang keluar dari ucapan ibu Dr. Istianingsih ketika mengajar matakuliah Sistem Informasi dan Teknologi.

Kekurangan dari segi pembeli :
Sudah membayar, tapi tidak dikirim barangnya.
Barang tidak sesuai dengan spek di Web
Pencurian data pribadi
Tidak menjamin barang tersebut dari segi legalitasnya.

Kekurangan dari segi penjual :
Barang tidak dibayarkan.
Membutuhkan waktu pengiriman apabila sangat jauh lokasinya.
barang atau produk mudah dicontek oleh kompetitor
Hacker dan Cracker

Kurangnya keamanan data pelanggan.


Contoh soal Akuntansi Manajemen dan Perilaku (Traditional VS ABC Costing)

Berikut soal latihan Traditional Costing VS ABC Costing yang diberikan oleh Bpk. Dr. Mukhlis, semoga bermanfaat.

Contoh Soal Akuntansi Manajemen dan Perilaku

Berikut Contoh Soal dan Jawaban Traditional Costing yang diberikan oleh Dosen Bpk. Dr. Mukhlis.

Download

Aku Kuliah Lagi. Horaaaaaaai

Alhamdulillah, setelah dari lulus S1 keinginan utk kuliah S2 tercapai, Universitas Mercu Buana atau yang lebih dikenal UMB adalah kampus yang gue pilih, karena deket dari rumah (Cibubur) dan biaya kuliah yang sesuai dengan kemampuan finansial gue. 

Ketika awal masuk perkuliahan, gue meskipun lulusan dari S1 Akuntansi harus mengikuti program matrikulasi. Mata kuliah dalam matrikulasi di sini ada 4 : Akuntansi Keuangan, Akuntansi Manajemen, Perpajakan, dan Audit. Matrikulasi berdurasi 2 hari full untuk mata kuliah tersebut. Mulai jam 07.30 s.d 21.30 WIB. Kenyang - kenyang deh lo.  Matrikulasi dimulai dengan proses perkuliahan dan diakhiri dengan Tes. Untuk tes AKEU, AKMEN, dan PERPAJAKAN tesnya langsung dikumpulkan, karena dalam bentuk essay, dan untuk Audit, karena dosennya berbaik hati, boleh dibawa pulang dan dikumpulkan melalui email.
Berikut soal dan jawaban Matrikulasi Audit.

Menjadi Peserta Gading Nite Carnival JFFF 2013

Gk pernah terpikirkan dipikiran gw bahwa gw ikut jadi peserta Gading Nite Carnival 2013, Asal muasalnya karena gw bekerja di PT. Summarecon Agung, Tbk yang tidak lain adalah tuan rumah acara Jakarta Fashion and Food Festival yang sudah berjalan selama 10 tahun atau 1 Dekade. Tidak ada seleksi yang ketat untuk ikut menjadi partisipasi GNC tersebut. Cukup memiliki komitmen yang kuat dan berpartisipasi aktif dalam proses kegiatan smpai akhir. Team Karyawan Summarecon adalah salah satu team dari banyak team yang akan tampil. Tema yang diambil oleh team kami adalah Superhero Indonesia, yaitu Godam, Gundala Putra Petir, Sri Asih, Kalong,  dan Aquamen serta Karakter yang memerankan Sebagai pohon dan awan. Latihan pertama, sampai ke empat pun telah kami lalui, dan waktunya sudah dekat. Tgl 28 April 2013 kami melakukan Gladi Kotor di Pintu 4 Gelora Bung Karno Senayan bersama team lainnya.


ini adalah sebagian dari team superhero saat gladi kotor 28 April 2013, masih seger-seger wajahnya, karena belum "dieksekusi". haha.

Kami berasal dari berbagai macam unit PT. Summarecon Agung, Tbk. Ada yang dari Summarecon Kelapa Gading, Summarecon Serpong, dan Summarecon Bekasi, tapi di sini tidak terlihat perbedaan karena semua yang kami lakukan untuk KITA. 

Hari semakin dekat dan persiapan semakin mendekati akhir. Setiap Habis latihan kami melakukan detailing costum apa yang kurang, dan apa saja yg harus ditambah agar penampilan kami menarik. dan tgl 7 Mei kami latihan terakhir dari jam 8 malem sampai jam 12 malem diiringi cuaca yang kurang bagus, anginnya bwanteeeeer rek.... Apalagi saya harus memerankan gundala putra petir dengan membawa Badong serta tongkat yang berat. Besoknya Kami mengikuti jadwal Gladi Resik bersama peserta dari team lainnya dari Jember fashion Carnaval, Sequence Food, Barbie, Indonesia heritage, dan Jakarta. Gladi resik dimulai jam 12 malam karena sebagian jalan di depan Lapiazza smpai MKG 5 ditutup. GR Berlangsung sampai jam 3 lewat 15 menit. kalau gk percaya ada yang ngerekam Gladi Resik kami :-p http://www.youtube.com/watch?v=f1k2ViPaEL8
Setelah GR kami mendapat Fasilitas penginapan di Apartement Gading Nias, tapi saya lebih memilih untuk pulang dan tidur di rumah. Nyenyaknya, meskipun 5 Jam saja, tp berkualitas.

Besoknya, kami Jam 12 sudah harus merapat keruang Make-Up untuk persiapan tampil pukul 18.00, Sumpah waktu cepet banget di sini dan gue harus juga di make-up. Tp gue gk suka di make-up, mau gk mau ya sudah. 
It is me, Gundala Putra Petir tanpa menggunakan Badong dan Tongkat Petir. So Amazing, dan di sebelahnya ada Aquaman. Ini masih sekitar jam setengah 4 sore.hasil make up selama 2 jam lebih. Jam 5 kami sudah keluar ruangan Make Up. Jam 18.00 WIB kami sudah ready buat tampil di depan Penonton di Bundaran Lapiazza Kelapa Gading. Karena di sana banyak orang-orang penting dan pemangku kepentingan.
Diwaktu menunggu, banyak sekali yang meminta untuk foto bersama para peserta, dan dengan senang hati kami melayani. :)) Melayani Sepenuh Hati (BR* Kaleeee).
Berikut Link Cuplikan acara pembukaan Jakarta Fashion and Food Festival 2013 (JFFF 2013)

http://www.youtube.com/watch?v=7hENfH98J-o

Ada Bapak BTP, serta Ibu Menteri Pariwisata, dan Pak Cipto juga lhoo.....

Di Tengah Parade ada yang minta foto lhoo, dan ini gw dapet dari tetangga temen gw yang ikut nntn acara ini.




dan It is me.. thank you yang udah ambil gambar




Meskipun Lelah sekali, tp gue bangga menjadi bagian dari acara ini, dan semoga acara JFFF terus berlanjut smpai tahun-tahun berikutnya. Amiiiiin...

Alhamdulillah Atas Semuanya


Akhirnya setelah sekian lama gak ngeblog, akhirnya buat Postingan. Alhamdulillah Atas Semuanya, Bersyukur kepada Allah SWT atas karunianya karena masih bisa membuat postingan ini. 

Setelah 8 Bulan Off dari rutinitas karena mengalami patah tulang di bagian kaki, gue mendptkan pekerjaan baru. Bekerja di perusahaan yang gue gk pernah bermimpi bergabung di sana, yaitu PT. Summarecon Agung, Tbk.  Apa sih PT. Summarecon Agung, Tbk ?????? flashback ke belakang. Waktu itu Agustus 2012 gue dapet iklannya di jobsdb, karena perusahaan ini memakai microsite jobsdb sebagai media iklan lowongan pekerjaannya atau di situs http://www.summarecon.com/career/

Iseng-iseng berhadiah itu lah yang gue dapet, Gue Apply Posisi Officer Development Program (ODP), selang beberapa hari gue ditelepon untuk mengikuti proses rekrutmen di daerah Kelapa Gading. Dengan kondisi yang kurang maksimal dari fisik karena kaki gue masih sakit dan gue paksa buat menuju ke daerah sana dengan mobil akhirnya sampai di sana yaitu di Klub Kelapa Gading atau disingkat KKG. Di sana gue test dengan banyak orang sekitar 80 orang dari berbagai jurusan. Sebelum memulai Test, kami diberi pulpen sebagai merchandise. Pelaksanaan testnya Standar seperti perusahaan besar lainnya. waktu itu langsung interview sampai jam 3 sore. menunggu sekitar 2 minggu akhirnya dpt kabar bahwa ada test selanjutnya untuk interview dengan BOD, dan beruntung gue lolos.

Tgl 1 Oktober gue mulai masuk program ODP tersebut dan berkenalan dengan teman2 1 angkatan dari luar Jakarta. Alhamdulillah atas semuanya karena Allah memberi banyak karunia yang tak pernah terduga sebelumnya karena setelah mendapat musibah (patah kaki) Allah memberi pekerjaan yang lebih baik di perusahaan yang lebih Besar dari kantor gue sebelumnya.

Menara Tertinggi di Dunia yang baru

Iseng ah, kurang kerjaan searching menara tertinggi di dunia tuh sekarang di mana. Ini kita ngebahas menara loh, bukan gedung tertinggi. ni hasil searchingan gue

http://brian-manihuruk.blogspot.com/2012/06/rainbow-tower-menara-tertinggi-di-dunia.html

di Blog tersebut menjelaskan bahwa rainbow tower lah sebagai menara tertinggi di dunia, tetapi si situs lain menuliskan bahwa menara tertinggi bukanlah rainbow tower.

http://www.pikiran-rakyat.com/node/189487

di situs ini tertulis bahwa Tokyo Sky tree lah yang menjadi menara tertinggi di dunia untuk saat ini.
gue sepakat sama statement bahwa Tokyo Sky Tree lah yang tertinggi, karena pada saat gue bekerja di salah satu the biggest contractor Indonesia yang tidak lain adalah PT. Jaya Obayashi, yang tidak bukan adalah salah satu perwakilan Obayashi Corporation yang merupakan kontraktor yang membangun The Tokyo Sky Tree.






Gue sempat ngobrol ngalor ngidul sama Advisor PT. Jaya Obayashi yaitu Manabu Kitta San, gue bilang gue punya mimpi buat mengunjungi Tokyo Sky Tree kalo udah jadi nanti, dan gue tegasin itu cuma mimpi. hoho
Tapi dia bilang sm gue, kalau Anda mau ke sana, silahkan anda bekerja di sini dengan loyalitas penuh. Nnti ada kesempatan untuk diberangkatkan ke Jepang untuk bekerja di saana selama satu tahun. haha.

Tapi hal itu sekarang cuma mimpi, gue gk kerja di Obayashi. karena gue udah keluar dari kantor tersebut.

Contoh Proposal dalam Organisasi

Berikut ini contoh proposal yang bisa dikategorikan sebagai suatu proposal yang baik dan realitanya project di proposal tersebut goal. semoga bermanfaat

Unduh di sini
Category: 0 komentar

Perceptual Boundedness and Perceptual Support in Conceptual Development

Judul di atas merupakan salah satu jurnal di mata kuliah Psikologi Kognitif. Buat yang butuh filenya silahkan download di sini

Paradigma antropologi

Dalam bahasa sederhana paradigma adalah cara pandang, pola pikir, cara berpikir. Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Paradigma diartikan sebagai kerangka berpikir. Paradigma mirip dengan kacamata yang Anda pakai. Dengan kacamata hitam, maka semua obyek yang Anda lihat akan berwarna hitam. Dengan kacamata kuda, Anda hanya bisa melihat obyek yang ada di depan Anda. Anda tidak akan bisa mengamati wanita cantik yang ada di samping Anda, kecuali dengan menggeser pandangan Anda. Paradigma akan memengaruhi cara pandang Anda dalam melihat realitas dan bagaimana cara Anda menyikapinya. Ilmuwan sosial Thomas S Kuhn, orang yang kali pertama menggunakan konsep paradigma, melalui buku Sosiologi Ilmu Berparadigma Ganda mengungkapkan paradigma bukan saja bersifat kognitif tapi juga normatif. Paradigma bukan saja memengaruhi cara berpikir kita tentang realitas, tetapi juga mengatur cara mendekati dan bertindak atas realitas.
            Dalam sejarah perkembangan antropologi diwarnai oleh divegensi teori yang semakin meningkat, dan pola tesebut nampaknya teus berlangsung. Tiadak ada kesepakatan tentang berapa jumlah paradigma dalam antropologi masa kini. Berikut adalah beberapa contoh paradigma antropologi (Achmad fedyani 2005: 63-66)
Evolusionisme klasik paradigma ini beupaya menelusuri perkembangan kebudayaan sejak yang paling awal, asal usul primitf, hingga yang paling mutakhir, bentuk yang paling kompleks.
Difusionisme paradigma ini berupaya menjelaskan kesaman-kesaman diantara bebagai kebudayaan. Kesamaan tersebut terjadi karena adanya kontak-kontak kebudayaan.
Partikularisme paradigma ini memusatkan perhatian pada pengumpulan data etnogafi dan deskipsi mengenai kebudayaan tertentu.
Struktural-Fungsionalisme paradigma ini berasumsi bahwa komponen-komponen system sosial, seperti halnya bagian-bagian tubuh suatu organism, befungsi memelihara integritas dan stabilitas keseluruhan sisitem
Antropologi Pisikologi mengekspresikan dirinya kedalam tiga hal besar : hubungan antara kebudayaan manusia dan hakikat manusia, hubungan antara kebudayaan dan individu, dan hubungan antara kebudayaan dan kepribadian khas masyarakat.
Strukturalisme adalah strtegi penelitian untuk mengungkapkan struktur pikiran manusia-yakni, struktur dari poses pikiran manusia-yang oleh kaum strukturalis dipandang sama secara lintas budaya.
Materalisme Dialektik paradigma ini berupaya menjelaskan alas an-alasan terjadinya perubahan dan perkembangan system sosial budaya.
Cultural Materialisme paradigma ini berupaya menjelaskan sebab-sebab kesamaan dan pebedaan sosial budaya.
Etnosains paadigma ini juga disebut “etnografi bau”. Perspektif teoritis mendasar dari paradigma tersebut yerkandung dalam konsep analisis kompensional, yang mengemukakan komponen kategori-kategori kebudayaan dapat dianalisis dalam konteksnya sendiriuntuk melihat bagaimana kebudayaan menstrukturkan lapangan kognisis.
Antropologi Simbolik paradigma ini dibangun atas dasar bahwa manusia adalah hewan pencai makna, dan berupaya mengungkapkan cara-cara simbolik dimana manusia secara individual, dan kelompok-kelompok kebudayan dari manusia, memberikan makna kepada kehidupannya.
Sosiobilogi paradigma ini berusaha menerapkan prinsip-prinsip evolosi biologi terhadap fenomena sosial dan menggunakan pendekatan dan program genetika untuk meneliti banyak prilaku kebudayaan.
                Dalam paradigma Antropologi, dikenal pendekatan hermeneutik untuk menganalisis suatu data, peneliti menempatkan objek penelitian sebagai “teks” yang harus dibaca lalu ditafsirkan. Menafsirkan berarti kita menerangkan (to clarify), memahami, memaknai objek yang diteliti. Tafsir disini merupakan interpretasi yang diberikan oleh penelti dimana dia tidak hanya sekedar menerangkan, tetapi jauh menembus ke dalam ia mengupas dan menguraikan makna yang tersirat di balik sebuah “teks” tadi. Makna yang ditafsirkan harus sesuai dengan data yang terkumpul, sehingga mampu menghasilkan pemaknaan yang logis dan masuk akal. Penelitian Antropologi cenderung mengembangkan metode penelitian yang bersifat penelitian intensif dan mendalam. Ia hanya mengkhususkan kepada suatu unsur tertentu saja dari objek yang diteliti, dalam hal ini adalah masyarakat.

Persepsi Sosial


  1. Pengertian Persepsi
Persepsi merupakan suatu proses yang didahului oleh pengindraan. Pengindraan adalah merupakan suatu proses diterimanya stimulus oleh individu melalui alat penerima yaitu alat indra. Namun proses tersebut tidak berhenti di situ saja, pada umumnya stimulus tersebut diteruskan oleh syaraf ke otak sebagai pusat susunan syaraf, dan proses selanjutnya merupakan proses persepsi. Karena itu proses persepsi tidak dapat lepas dari proses pengindraan, dan proses pengindraan merupakan proses yang mendahului terjadinya persepsi. Proses pengindraan terjadi setiap saat, yaitu pada waktu individu menerima stimulus yang mengenai dirinya melalui alat indra. Alat indra merupakan penghubung antara individu dengan dunia luarnya (Branca, 1964; Woodworth dan Marquis, 1957).
Stimulus yang mengenai individu itu kemudian di organisasikan, diinterpretasikan, sehingga individu menyadari tentang apa yang di indranya itu. Proses inilah yang dimaksud dengan persepsi. Jadi stimulus diterima alat indra, kemudian melalui proses persepsi sesuatu yang diindra tersebut menjadi sesuatu yang berarti setelah diorganisasikan dan diinterpretasikan (Davidoff, 1981). Disamping itu menurut Maskowitz dan Orgel (1969) persepsi itu merupakan proses yang intergrated dari individu terhadap stimulus yang diterimanya. Dengan demikian dapat dikemukakan bahwa persepsi itu merupakan proses pengorganisasian, penginterpretasian terhadap stimulus yang diterima oleh organism atau individu sehingga merupakan sesuatu yang berarti, dan merupakan aktivitas yang intergrated dalam diri individu. Karena merupakan aktifitas yang integrated, maka seluruh pribadi, seluruh apa yang ada dalam diri individu ikut aktif berperan dalam persepsi itu.
Dengan persepsi individu dapat menyadari, dapat mengerti tentang keadaan lingkungan yang ada di sekitarnya, dan juga tentang keadaan diri individu yang bersangkutan (Davidoff, 1981). Dengan demikian dapat dikemukakan bahwa dalam persepsi stimulus dapat dating dari luar diri individu, tetapi juga dapat datang dari dalam diri individu yang bersangkutan. Bila yang dipersepsi dirinya sendiri sebagai objek persepsi, inilah yang disebut persepsi diri (self-perception). Karena dalam persepsi itu merupakan aktifitas yang intergrated, maka seluruh apa yang ada dalam diri individu seperti perasaan, pengalaman, kemampuan berfikir, kerangka acuan, dan aspek-aspek lain yang ada dalam diri individu akan ikut berperan dalam persepsi tersebut. Berdasarkan atas hal tersebut, dapat dikemukakan bahwa dalam persepsi itu sekalipun stimulusnya sama, tetapi karna pengalaman tidak sama, kemampuan berfikir tidak sama, kerangka acuan tidak sama, ada kemungkinan hasil persepsi antara individu satu dengan individu yang lain tidak sama. Keadaan tersebut memberikan gambaran bahwa persepsi itu memang bersifat individual (Davidoff, 1981).
Menurut Brehm dan Kassin (1989), persepsi sosial adalah penilaian-penilaian yang terjadi dalam upaya manusia memahami orang lain. Tentu saja sangat penting, namun bukan tugas yang mudah bagi setiap orang. Tinggi, berat, bentuk tubuh, warna kulit, warna rambut, dan warna lensa mata, adalah beberapa hal yang mempengaruhi persepsi sosial. Contohnya di Amerika Serikat, wanita berambut pirang dinilai sebagai seorang yang hangat dan menyenangkan.

               Brems & Kassin (dalam Lestari, 1999) mengatakan bahwa persepsi sosial memiliki beberapa elemen, yaitu:
a. Person, yaitu orang yang menilai orang lain.
b. Situasional, urutan kejadian yang terbentuk berdasarkan pengalaman orang untuk meniiai sesuatu.
c. Behavior, yaitu sesuatu yang di lakukan oleh orang lain. Ada dua pandangan mengenai proses persepsi, yaitu:
1.) Persepsi sosial, berlangsung cepat dan otomatis tanpa banyak pertimbangan orang membuat kesimpulan tentang orang lain dengan cepat berdasarkan penampilan fisik dan perhatian sekilas.
2.) Persepsi sosial, adalah sebuah proses yang kompleks, orang mengamati perilaku orang lain dengan teliti hingga di peroleh analisis secara lengkap terhadap person, situasional, dan behaviour.
Berdasarkan uraian diatas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa persepsi suatu proses aktif timbulnya kesadaran dengan segera terhadap suatu obyek yang merupakan faktor internal serta eksternal individu meliputi keberadaan objek, kejadian dan orang lain melalui pemberian nilai terhadap objek tersebut. Sejumlah informasi dari luar mungkin tidak disadari, dihilangkan atau disalahartikan. Mekanisme penginderaan manusia yang kurang sempurna merupakan salah satu sumber kesalahan persepsi (Bartol & Bartol, 1994).
Dalam usaha menginterpretasi oranglain sering digunakan dimensi-dimensi tertentu. Wrightman (1981) mengemukakan ada 6 dimensi pokok, yaitu:
1.      Dapat dipercaya – tidak dapat dipercaya
2.      Rasional – tidak rasional
3.      Altruis – orientasi diri (selfness)
4.      Independen – conform dengan kelompok
5.      Variatif – kesamaan
6.      Kompleksitas – kesederhanaan
Melalui perkembangan dan pengalaman, orang membangun konsep kepribadian implicit (implicit personality theory), yaitu asumsi-asumsi adanya sifat-sifat tertentu yang berkorelasi dengan sifat lain. Orang yang memiliki kecenderungan demikian disebut psikolog naïf.
Pembentukan Kesan / Persepsi
Pengetahuan tentang orang-orang tertentu dan kaitannya dengan atribut tertentu sering diistilahkan sebagai prototype. Hasil prototype memunculkan adanya stereotype, yaitu pemberian atribut tertentu pada sekelompok orang tertentu. Contoh: orang Indonesia ramah, orang Amerika individualistis.
Dalam pembentukan kesan, stereotype sulit diabaikan begitu saja. Stereotype akan membatasi persepsi dan komunikasi, stereotype juga bisa dimanfaatkan untuk membina hubungan yang lebih lanjut. Pada konsep kepribadian implicit, stereotype juga akan memunculkan illusory correlation, yaitu mengaitkan secara berlebihan antara satu karakteristik dengan karakteristik yang lain secara general.


Kategori Sosial
Dalam pembentukan kesan terhadap oranglain, ada kecenderungan untuk secepatnya mengkategorika orang tersebut ke dalam suatu cirri tertentu. Penilaian yang cepat ini (snap jugdment) memiliki arti penting dalam proses pembentukan kesan selanjutnya. Contoh yang sering ditemu adalah munculnya halo efek. Yang disebut gejala self-fulfilling prophecy adalah pembuatan kategorisasi tertentu dengan diwarnai harapan berdasarkan asumsi penilai.

  1. Faktor-Faktor Yang Berpengaruh pada Persepsi
  2. Kesan yang terbentuk dalam pikiran seseorang di saat pertama kali berjumpa dengan orang lain ditentukan oleh berbagai hal, yaitu :
    1. Ciri ciri penampilan fisik ( fisikal attractiveness ) meliputi :
                                          i.    Penampilan fisik akan menentukan bagaimana persepsi kita terhadap orang lain. Penampilan fisik ini berakar pada :
1.    Wajah (menarik / tdk menarik)
2.    Bgm cara berpakaian, bahan, model, cara memakainya
3.    Postur tubuh, make up, potongan gaya rambut
4.    Assesories yang dikenakan
    1. Ciri ciri sosial demografik (social demographic characteristic ) meliputi :
                                          i.    Jenis Kelamin : umumnya perempuan dinilai lebih rendah kemampuannya dibanding laki-laki dalam pekerjaan tertentu. (lihat penelitian Goldberg 1968).
                                        ii.    Suku / Ras / Etnis : Suatu hari kita diminta unt bertemu dengan orang yang bernama Situmorang yang berasal dari Batak karo, dan pada hari lain kita diminta bertemu dengan Widodo Rahardjo yang berasal dari Solo Jawa tengah. Biasanya sebelum kita bertemu kita membayangkan seperti apa sifat/karakter rang yang akan kita jumpai. Dalam persepsi kita ada perbedaan sifat antra orang yang berbeda suku.
                                       iii.    Status Sosial Ekonomi meliputi : Social economic performance (penampilan berdasar persepsi status sosial ekonomi) sering menjebak penilaian terhadap orang lain). Social economic performance ini biasanya dilihat/dinilai dari penampilan luaran. Mis, tongkrongannya, style pergaulannya, fashion, assesories, pekerjaan dll.
    1. Komunikasi non verbal ( non communication verbal skill management ) : Kesan terhadap orang lain ikut ditentukan oleh komunikasi non verbal seperti :
                                          i.    Ekpresi wajah (wajah adalah ekpresi kejiwaan)
                                        ii.    Gerakan tubuh/tangan/ gerak mata
                                       iii.    Intonasi suara
                                       iv.    Kontak pandangan mata
Dari komunikasi non verbal kita bisa menarik kesan tentang kondisi emosi, watak kepribadian dan kejujuran seseorang
Didepan telah dipaparkan bahwa apa yang ada dalam diri individu akan dipengaruhi dalam individu mengadakan persepsi, ini merupakan faktor internal. Di samping itu masih ada faktor lain yang dapat mempengaruhi dalam proses persepsi, yaitu faktor stimulus itu sendiri dan faktor lingkungan dimana persepsi itu berlangsung, dan ini merupakan faktor eksternal. Stimulus dan lingkungan sebagai faktor eksternal dan individu sebagai faktor internal saling berinteraksi dalam individu mengadakan persepsi.
Agar stimulus dapat dipersepsi, maka stimulus harus cukup kuat, stimulus harus melampaui ambang stimulus, yaitu kekuatan stimulus yang minimal tetapi sudah dapat menimbulkan kesadaran, sudah dapat dipersepsi oleh individu. Kejelasan stimulus  akan banyak berpengaruh dalam persepsi. Stimulus yang kurang jelas, stimulus yang berwayuh arti, akan berpengaruh dalam ketepatan persepsi. Bila stimulus itu berwujud benda-benda bukan manusia, maka ketepatan persepsi lebih terletak pada individu yang mengadakan persepsi, karna benda-benda yang di persepsi tersebut akan berbeda bila yang dipersepsikan itu manusia.
Mengenai keadaan individu yang dapat mempengaruhi hasil persepsi dating dari dua sumber, yaitu yang berhubungan dengan segi kejasmanian, dan yang berhubungan dengan segi psikologis. Bila system fisiologisnya terganggu, hal tersebut akan berpengaruh dalam persepsi seseorang. Sedangkan segi psikologis seperti telah dipaparkan di depan, yaitu antara lain mengenai pengalaman, perasaan, kemampuan berfikir, kerangka acuan, motivasi akan berpengaruh pada seseorang dalam mengadakan persepsi.
Sedangkan linkungan atau situasi khususnya yang melatar belakangi stimulus juga akan berpengaruh dalam persepsi, lebih-lebih bila objek persepsi adalah manusia. Objek dan lingkungan yang melatarbelakangi objek merupakan kebulatan atau kesatuan yang sulit dipisahkan. Objek yang sama dengan situasi sosial yang berbeda, dapat menghasilkan persepsi yang berbeda.
  1. Persepsi Sosial
Telah dipaparkan didepan berkaitan dengan persepsi objek yang dipersepsi dapat berada diluar individu yang mempersepsi, tetapi juga dapat berada di dalam diri orang yang mempersepsi. Dalam mempersepsi diri sendiri orang akan dapat melihat bagaimana keadaan dirinya sendiri, orang akan dapat mengerti bagaimana keadaan dirinya sendiri, orang dapat mengevaluasi tentang dirinya sendiri.
Bila objek persepsi terletak diluar orang yang mempersepsi, maka objek persepsi dapat bermacam-macam, yaitu dapat berwujud benda-benda, situasi, dan juga dapat berwujud manusia. Bila objek persepsi berwujud benda-benda disebut persepsi benda (things perception) atau juga disebut non-social perception, sedangkan bila objek persepsi berwujud manusia atau orang disebut persepsi sosial atau social perception (Heider. 1958). Namun disamping istilah-istilah tersebut khususnya mengenai istilah social perception masih terdapat istilah-istlah lain yang digunakan. Yaitu persepsi orang atau person perception (Secord dan Backman.1964), juga istilah person cognitionI atau interpersonal perception. Yang kurang dapat mendukung istilah social perception dalam pengertian person perception memberikan alasan bahwa karena persepsi sosial menyangkut persepsi yang berkaitan dengan variable-variabel social, sehingga ini memberikan pengertian yang lebih luas dari pada pengertian person perception (Tagiure dalam lindzey dan aronsome 1975).
Dalam individu mempersepsikan benda-benda mati bila dibandingkan dengan mempersepsikan manusia, terdapat segi-segi persamaan disamping segi-segi perbedaan adanya persamaan bila dilihat bahwa manusia atau orang itu dipandang sebagai benda fisik seperti benda-benda fisik lainnya yang terikat pada waktu dan tempat, pada dasarnya tidak berbeda. Namun karena manusia bukan semata-mata bukan hanya benda fisik melulu, tetapi mempunyai kemampuan-kemampuan yang tidak dipunyai oleh benda fisik lainnya, maka hal ini akan membawa perbedaan antara persepsi benda-benda dengan mempersepsi manusia (Morgan, dkk. 1984).
Mempersepsi seseorang, individu yang dipersepsi itu mempunyai kemampuan-kemampuan, perasaan, harapan walaupun kadarnya berbeda seperti halnya pada individu yang mempersepsi. Orang yang dipersepsi dapat berbuat sesuatu terhadap orang yang mempersepsi, sehingga kadang-kadang atau justru sering hasil persepsi tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya. Orang yang dipersepsi dapat menjadi teman, namun sebaliknya juga dapat menjadi lawan dari individu yang yang mempersepsi. Hal tersebut tidak akan dijumpai bila yang dipersepsi itu bukan manusia atau orang (Tagiuri dan Petrullo, 1958). Ini berarti bahwa orang yang dipersepsi dapat memberikan pengaruh terhadap orang yang mempersepsi.
Persepsi sosial merupakan suatu proses seseorang untuk mengetahui, mempersepsikan, dan mengevaluasi orang lain yang dipersepsi, tentang sifat-sifatnya, kualitasnya dan keadaan yang lain yang ada dalam diri orang yang dipersepsi, sehingga terbentuk gambaran mengenai orang yang dipersepsi (Tagiuri dalam Lindzey dan Aronson, 1975). Namun demikian seperti telah dipaparkan di depan, karena yang dipersepsi itu manusia seperti halnya yang mempersepsi, maka objek persepsi dapat memberikan pengaruh kepada orang yang mempersepsi. Dengan demikian dapat dikembangkan dalam mempersepsi manusia atau orang (person) adanya dua pihak yang masing-masing yang mempunyai kemampuan-kemampuan, perasaan-perasaan, harapan-harapan, pengalaman-pengalaman tertentu yang berbeda satu dengan yang lain, yang akan berpengaruh dalam orang mempersepsi manusia atau orang tersebut.
Dari uraian tersebut di atas, ada beberapa hal yang dapat ikut berperan dan dapat pberpengaruh dalam mempersepsi manusia, yaitu (1) keadaan stimulus, dalam hal iniberujud manusia yang akan dipersepsi; (2) situasi atau keadaan sosial yang melatarbelakangi stimulus; dan (3) keadaan orang yang mempersepsi. Walaupun stimulus personnya sama, tetapi kalau situasi sosial yang melatarbelakangi stimulus person berbeda, akan berbeda hasil persepsinya (Tagiuri dan petrullo, 1958).
Pikiran, perasaan, kerangka acuan, pengalaman-pengalaman, atau dengan kata lain keadaan pribadi orang yang mempersepsi akan berpengaruh dalam seseorang mempersepsi orang lain. Hal tersebut disebabkan karena persepsi merupakan aktifitas yang integrated (Moskowitz dan Orgel, 1969). Bila orang yang dipersepsi atas dasar pengalaman merupakan seorang yang menyenangkan bagi orang yang mempersepsi, akan lain hasil persepsinya bila orang yang dipersepsi itu memberikan pengalaman yang sebaliknya. Demikian pula dengan aspek-aspek lain yang terdapat dalam diri orang yang mempersepsi.
Demikian pula situasi sosial yang melatarbelakangi stimulus person juga akan ikut berperan dalam hal mempersepsi seseorang. Bila situasi sosial yang berlatarbelakangi berbeda, hal tersebut akan membawa perbedaan hasil pertsepsi seseorang. Orang yang bisa bersikap keras, tetapi karena situasi sosialnya tidak memungkinkan untuk menunjukkan kekerasannya, hal tersebut akan mempengaruhi dalam seseorang berperan sebagai stimulus person. Keadaan tersebut dapat mempengaruhi orang yang mempersepsinya. Karena itu situasi sosial yang melatarbelakangi stimulus person mempunyai peran yang penting dalam persepsi, khususnya persepsi sosial.                   
Teori-teori Atribusi (Labelling)
Ada 3 teori atribusi, yaitu:
1.      Theory of Correspondent Inference (Edward Jones dan Keith Davis)
Apabila perilaku berhubungan dengan sikap atau karakteristik personal, berarti dengan melihat perilakunya dapat diketahui dengan pasti sikap atau karakteristik orang tersebut. Hubungan yang demikian adalah hubungan yang dapat disimpulkan (correspondent inference).
Bagaimana mengetahui bahwa perilaku berhubungan dengan karakteristiknya?
a.     Dengan melihat kewajaran perilaku. Orang yang bertindak wajar sesuai dengan keinganan masyarakat, sulit untuk dikatakan bahwa tindakannya itu cerminan dari karakternya.
b.     Pengamatan  terhadapan perilaku yang terjadi pada situasi yang memunculkan beberapa pilihan.
c.     Memberikan peran berbeda dengan peran yang sudah biasa dilakukan. Misalnya, seorang juru tulis diminta menjadi juru bayar. Dengan peran yang baru akan tampak keaslian perilaku yang merupakan gambaran dari karakternya.
2.      Model of Scientific Reasoner (Harold Kelley, 1967, 1971)
Harrold Kelley mengajukan konsep untuk memahami penyebab perilaku seseorang dengan memandang pengamat seperti ilmuwan, disebut ilmuwan naïf. Untuk samapi pada suatu kesimpulan atribusi seseorang, diperlukan tiga informasi penting. Masing-masing informasi juga harus menggambarkan tinggi-rendahnya. Tiga informasi itu, adalah:
a.     Distinctiveness
Konsep ini merujuk pada bagaiman seorang berperilaku dalam kondisi yang berbeda-beda. Distinctivness yang tinggi terjadi apabila orang yang bersangkutan mereaksi secara khusus pada suatu peristiwa. Sedangkan distinctiveness rendah apabila seseroagn merespon sama terhadap stimulus yang berbeda.
b.     Konsistensi
Hal ini menunjuk pada pentingnya waktu sehubungan dengan suatu peristiwa. Konsistensi dikatakan tinggi apabila seseorang merespon smaa untuk stimulus yang sama pada waktu yang berbeda. Apabila responnya tidak menentu maka seseorang dikatakan konsistensinya rendah.
c.     Konsensus
Apabila oranglain tidak bereaksi sama dengan seseorang, berarti konsensusnya rendah, dan sebaliknya. Selain itu konsep tentang consensus selalu melibatkan oranglain sehubungan dengan stimulus yang sama.
            Dari ketiga informasi diatas, dapat ditentukan atribusi pada seseorang. Menurut Kelley ada 3 atribusi, yaitu:
·        Atribusi Internal, dikatakan perilaku seseorang merupakan gambaran dari karakternya bila distinctivenessnya rendah, konsensusnya rendah, dan konsistensinya tinggi.
·        Atribusi Eksternal, dikatakan demikian apabila ditandai dengan distinctiveness yang tinggi, consensus tinggi, dan konsistensinya juga tinggi.
·        Atribusi Internal-Eksternal, hal ini ditandai dengan distinctiveness yang tinggi, consensus rendah, dan konsistensi tinggi.

3.      Atribusi Keberhasilan dan Kegagalan (Weiner)
Ada dua macam dimensi pokok:
a.     Keberhasilan dan kegagalan memiliki penyebab internal atau eksternal.
b.     Stabilitas penyebab, stabil atau tidak stabil.

             Kestabilan
Locus of Ctrl
Tidak stabil
(temporer)
Stabil
(permanen)
Internal
Usaha, mood, kelelahan
Bakat, kecerdasan, karakteristik fisik
Eksternal
Nasib, ketidaksengajaan, kesempatan
Tingkat kesukaran tugas
                                                                                                                          

Kursus Toefl Online Murah

About Me

Foto saya
Mahasiswa Magister Akuntansi di Universitas Mercu Buana, Karyawan di PT. Summarecon Agung, Tbk, Alumni STIE Indonesia'07, Psikologi UIN Jakarta '08,

Translator